Thursday, October 21, 2010

PT Aetra Jakarta & Bank Mayapada

AETRA sebagai salah satu operator PAM JAYA, bergerak dalam pengelolaan, pengoperasian, pemeliharaan, serta investasi dalam penyediaan air bersih di wilayah Jakarta, mengundang and untuk mengisi dan mengembangkan kesempatan karir sebagai :

Career Management Officer

Responsibilities: 
  • Memastikan tersedianya data dan dokumen yang berhubungan dengan pengelolaan karir karyawan
  • Memastikan terlaksananya SOP fungsi pengelolaan karir karyawan yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik
  • Memastikan diserahkannya laporan hasil pekerjaannya kepada atasan atau pihak terkait
Requirements:
  • Pendidikan minimum S1 (lebih diutamakan dari Jurusan Psikologi)
  • Memiliki pengalaman dalam pengelolaan karir karyawan berbasis competency kurang lebih 2 tahun
  • Memiliki kemampuan dalam pengelolaan karir & kinerja, pengembangan karir, pengelolaan succession plan, identifikasi gap dan pengembangan competency
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
  • Memiliki orientasi yang baik terhadap pelanggan
  • Mampu bekerjasama dalam team
  • Memiliki kemampuan dalam pengoperasian komputer

Benefit Officer

Responsibilities: 
  • Memastikan tersedianya data dan dokumen yang berhubungan dengan pengelolaan reward (benefit karyawan)
  • Memastikan terlaksananya SOP pengelolaan benefit karyawan serta pemberian rekomendasi yang menjadi tanggung jawabnya
  • Memastikan sosialisasi peraturan/kebijakan (hak dan kewajiban) tentang benefit karyawan dapat dipahami seluruh karyawan
  • Memastikan tersedianya usulan terhadap perbaikan SOP atau peraturan mengenai benefit karyawan
  • Memastikan diserahkannya laporan hasil pekerjaan kepada atasan atau pihak terkait
Requirements:
  • Pendidikan minimum D3 dari berbagai disiplin ilmu
  • Memiliki pengalaman dalam pengelolaan administrasi karyawan, kompensasi dan benefit karyawan + 2 tahun
  • Memiliki kemampuan pengelolaan dan kompulasi data berhubungan benefit karyawan seperti : pengelolaan asuransi kesehatan, program asuransi pensiun, Jamsostek, dll
  • Memiliki kemampuan komunikasi dan negosiasi yang baik
  • Memiliki orientasi yang baik terhadap pelanggan
  • Mampu bekerjasama dalam team
  • Memiliki kemampuan dalam pengoperasian komputer
Legal Manager

Responsibilities: 
  • Memastikan terselenggaranya fungsi-fungsi advokasi, litigasi dan pengikatan perusahaan untuk mendukung strategi perusahaan dalam rangka mencapai target perusahaan
  • Memastikan tersedianya usulan rencana kerja dan anggaran Departemen Legal sesuai dengan strategi dan kebijakan Corporate Affairs
  • Memastikan terkelolanya rencana kerja dan anggaran Departemen Legal yang telah disetujui oleh Corporate Affairs Senior Manager
  • Memastikan koordinasi dan komunikasi dengan departemen lain yang terkait berjalan dengan baik
  • Memastikan terlaksananya SOP yang telah disetujui di Departemen Legal
  • Memastikan tersedianya laporan hasil kinerja unit yang berkualitas dan tepat waktu
Requirements:
  • Pendidikan minimum S2 Jurusan Hukum
  • Memiliki pengalaman di bidang hukum perusahaan + 5 tahun
  • Telah mengikuti pelatihan Risk Management, Operation Management, Performance Management, serta Interpersonal Relation & Public Speaking
  • Memiliki kemampuan analisa dan negosiasi yang baik
  • Memiliki leadership skill yang baik
  • Memiliki pengetahuan dan ketrampilan Law & Regulation
  • Memiliki kemampuan dalam pengelolaan kontrak
  • Mampu bekerjasama dalam team

Jika anda memenuhi kualifikasi tersebut, kirimkan Curriculum Vitae disertai Pasphoto terbaru (dalam bentuk PDF) maksimum 2 minggu setelah advertisement ini ke :

recruitment@aetra.co.id
 
 
Bank Mayapada Internasional, Tbk saat ini membutuhkan beberapa Personil dengan posisi sebagai berikut:

Staf IT (IT)

Requirements:
Pria / Wanita, max. 25 tahun
Lulusan S1 Tehnik Informatika
Untuk posisi diutamakan yang memiliki pengalaman perbankan, Fresh Graduate dapat melamar
Berkepribadian menarik, komunikatif dan berkemauan keras untuk maju

Staf HRD (HR)

Requirements:
Pria / Wanita, max. 25 tahun
Lulusan S1 Psikologi
Mampu membina relasi yang baik)
Energik dan berorientasi pada pekerjaan
Memiliki pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama
Berkepribadian menarik, komunikatif dan berkemauan keras untuk maju

Customer Service (CS)

Requirements:
Pria / Wanita, max. 25 tahun
Lulusan S1 atau D3+
Mampu membina relasi yang baik dengan customer
Untuk posisi diutamakan yang memiliki pengalaman perbankan, Fresh Graduate juga dapat melamar
Berkepribadian menarik, komunikatif dan berkemauan keras untuk maju
Dapat berbahasa Inggris dan diutamakan menguasai bahasa Mandarin
Terbuka untuk Fresh Graduate

Staf Audit (Au)

Requirements:
Pria / Wanita, max. 25 tahun
Lulusan S1 Akuntansi/ Manajemen
Untuk posisi diutamakan yang memiliki pengalaman perbankan, Fresh Graduate dapat melamar
Berkepribadian menarik, komunikatif dan berkemauan keras untuk maju

Account Officer / Staf Marketing (AO)

Requirements:
Pria / Wanita, max. 35 tahun
Lulusan S1 atau D3+
Mampu membina relasi yang baik dengan customer
Energik dan berorientasi pada target dengan hasil yang baik
Memiliki pengalaman min. 2 th di bidang yang sama
Untuk semua posisi diutamakan yang memiliki pengalaman perbankan
Memiliki banyak Customer dan selling skill yang kuat di bidang Lending & Funding
Berkepribadian menarik, komunikatif dan berkemauan keras untuk maju
Dapat berbahasa Inggris dan diutamakan menguasai bahasa Mandarin

Segera kirimkan lamaran lengkap, CV dan pas foto terbaru. Tuliskan kode posisi di sudut amplop sebelah kiri dan ditujukan kepada : 

Divisi HRD - Bank Mayapada
Mayapada Tower Lt.2
Jl. Jend. Sudirman Kav. 28
Jakarta 12920

Friday, October 8, 2010

Lowongan Recruitment Specialist & Staf HRD & GA

STAFF HRD&GA

Dengan kualifikasi sbb:

1. Pria/wanita, S1 Hukum/Psikologi
2. Usia max 26 thn
3. Pengalaman min 1 thn sbg HRD/Rekruitment
4. Menguasai UU Ketenagakerjaan & Perselisihan Hubungan Industrial
5. Pekerja keras dan mampu bekerja dibawah tekanan
6. Cantumkan gaji sekarang & gaji yang diinginkan

Lamaran lengkap mohon diemail ke :
riska@electric.co.id CC yesha_aup@yahoo.com


PT. ABAM
Radio Dalam - Jakarta Selatan
021 7201115 ext - 169

Dibutuhkan :

HR Training & Development

S2 Psikologi atau S2 semua Jurusan dengan S1nya Psikologi
Fresh Graduate dipersilakan

Kirim CV dan Photo terakhir ke :

nugroho.eko@gmail.com

subjet : HR Dv

Terima Kasih

Eko Nugroho




Recruitment Specialis
Bertanggung jawab dalam semua proses perekrutan dan seleksi

Persyaratan:

- S1 Psikologi
- Pria/Wanita, usia Max 30 tahun- Memiliki pengetahuan yang baik tentang Rekrutmen & Pelaksanaan Seleksi - Terampil Komputer & Microsoft Office- Fasih dalam menulis & berbahasa Inggris- Good Looking & Good Communication- Kerja keras dan mampu bekerja dibawah tekanan- Mampu untuk bekerja secara efektif, baik secara independen maupun dalam tim- Bersedia untuk melakukan perjalanan


Jika anda memiliki persyaratan di atas, Kirim cv, surat lamaran, foto melalui email:

Saturday, September 25, 2010

Lowongan PT POS


PENERIMAAN CALON KARYAWAN PT POS INDONESIA (PERSERO) 2010


PENERIMAAN CALON KARYAWAN PT POS INDONESIA (PERSERO) 2010

1. Persyaratan
a. memiliki ijazah minimal sarjana setingkat strata-1 (S-1) dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang terakreditasi dengan jurusan manajemen/bisnis (manajemen, akuntansi, manajemen bisnis, micro finance, bisnis logistik dan transportasi), manajemen informatika, teknik (informatika, sipil, arsitektur, industri), hukum dan psikologi.
b. indeks prestasi kumulatif minimal 2,75
c. belum berkeluarga kecuali pelamar dari karyawan PT Pos Indonesia (persero)
d. diutamakan telah memiliki pengalaman atau telah bekerja pada suatu unit kerja institusi/perusahaan/lembaga/kantor. pelamar dari karyawan PT Pos Indonesia mempunyai masa kerja minimal 4 tahun.
e. usia maksimal 28 tahun pada saat memasukkan lamaran. pelamar dari karyawan PT Pos indonesia usia maksimal 35 tahun.
f. membuat surat pernyataan bermaterai sebagai berikut:
- bersedia untuk tidak melakukan pernikahan selama masa program orientasi kerja
- dalam keadaan tidak hamil selama masa program orientasi kerja
- bersedia ditempatkan diseluruh wilayah indonesia
- bersedia menjalani ikatan dinas
g. Tidak sedang dalam proses pengusutan suatu pelanggaran dengan pihak berwajib karena tindakan kriminal dan tidak terlibat perkara narkoba atau psikotropika lainnya yang dilarang penggunaannya, yang dinyatakan dengan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dari kepolisian
h. melampirkan sertifikat toefl tahun 2009-2010 jika ada
i. lulus seleksi yang dilaksanakan meliputi seleksi/test:
- administrasi
- test potensi akademik (TPA)
- psikotest
- kesehatan dan wawancara

2. Cara Melamar
pelamar mengirimkan berkas lamaran melalui kantor pos terdekat menggunakan layanan pos express atau surat kilat khusus dialamatkan kepada:
Direktur Sumber Daya Manusia PT Pos Indonesia (Persero)
c.q Kepala divisi pengembangan sumber daya manusia
Jl. cilaki no.73 Bandung 40115
Paling lambat tanggal 11 oktober 2010 (cap pos)

berkas lamaran yang masuk menjadi hak milik PT Pos Indonesia (Persero)

Thursday, September 2, 2010

Lowongan Recruitment Specialist


ALTUS LOGISTICS SERVICES INDONESIA, PT
Altus Group is a leading provider of innovative integrated shipping and logistics solutions in the Asia Pacific region for industrial, mining, commercial and oil & gas sector customers. The Group's activities started in 1973 to service the export of commodities from Indonesia to North Asia. Altus's ship-owning activities have grown from originally owning and operating a fleet of log bulkers to a diversified fleet of multi-purpose vessels, bulkers, containers, and tankers that are able to service the growing trade in clean petroleum products, chemicals, edible oils, and higher value-added exports in the Asia Pacific region.
Currently we are seeking the potential candidates to be part of our team as:
Recruitment Specialist
Responsibilities:
1. Responsible for the company's recruitment and selection activities to ensure that the best candidates are selected for each role and that the recruitment process is conducted efficiently, cost-effectively, and in accordance with the company policy.
2. The recruitment & selection activities includes: advertising job vacancies, short listing incoming applicants, interviewing the shortlisted applicants with the behavioral interviewing method, checking references.
3. Conducting orientation/ induction to the new recruit.
4. Established and manage relationship with the external recruitment agencies to ensure the company receives satisfactory standard of services.
5. Evaluate external labor market conditions and internal employee turnover trends in order to recommend changes to the company's recruitment & selection strategy.
Requirements:
• Candidate must possess at least a Bachelor's Degree, any field.
• Required skill(s): Behavioral Interviewing.
• At least 3 year(s) of working experience in the related field is required for this position.
• Preferably Senior Staffs specializing in Human Resources or equivalent.
• Full-Time positions available.
• Fresh graduate also in courage to apply
• Female, single, max 27 years old

If you feel that your attributes met our requirements, please send your comprehensive CV to:

id.hr@altuslogistics.com

Tuesday, August 31, 2010

1. Afe Consultant, Konsultan rekrutmen yang berdiri di Yogyakarta pada tahun 2001, membuka kesempatan pada rekan-rekan untuk menjadi Associate. Kesempatan ini tidak hanya terbuka bagi Psikolog, namun Sarjana Psikologi maupun Mahasiswa Psikologi pun dapat bergabung sebagai Tester. Bagi rekan-rekan yang khususnya berdomisili di seputar Yogyakarta (Klaten, Magelang) maupun Jawa Tengah dan berminat untuk bergabung, silahkan mengirimkan CV-nya ke : febrien_kurnia@yahoo.com

2. PT Astra International Tbk sdng membutuhkan lulusan dr psikologi,urgent utk posisi "Recruitment Analyst" dan "Training Analyst". Bagi teman2 yg tertarik utk berkembang bersama Astra, mohon dpt kirimkan CV segera ke email kenditila.cromavianti@ai.astra.co.id plng lmbt sblm lebaran.

3. Dari Mbak Annisaa Miranty 27 Agustus jam 10:58
assalamu'alaikum. pak sus, maaf baru sempat saya kirim ke FB bapak sekarang. ada lowongan di PT BUMA (Bukit MAkmur Mandiri Utama, kontraktor batubara terbesar ke-2 di Indonesia), tempat saya PKP.
Lowongan Recrutment & Assessment Center Officer PT BUMA syarat: laki-laki, usia maks. 35 tahun, lulusan magister profesi psikologi, tidak harus PIO tetapi diutamakan yang berpengalaman menangani proses rekrutmen dan asesmen. siapa tahu bapak mengetahui kandidat yg cocok atau ada alumni yg berminat. matur nuwun pak

4. PT Dunia Visitama Produksi
As a fast growing multinational production house, we are looking for with qualification as follow:
1. Research Assistant
-Female with pleasant personality
-Age between 22 - 26 years old
-Diploma degree from reputable Academy/ University
-1 year experience as Research Assistant in related industry (Production House or TV Station), but fresh graduated are welcome
-Computer literate (MS Word, Excel, Power Point, Internet/ email), English Passive
- Familiar with ARIANA software from AGB Nielsen is a good advantage
2. Qualitative Researcher
-Female/ Male with pleasant personality
-Age between 22 - 28 years old
-Bachelor degree from reputable University, majoring Anthropology, Sosciology or Psychology
-Having 2 year experience as qualitative researcher
-Computer literate (MS Word, Excel, Power Point, Internet/ email), good command in English, especially written skill. Please submit your comprehensive resume together with a recent photograph by the latest September 10th, 2010 to: Fremantlemedia Asia I PT Dunia Visitama Produksi
Attn: HR Executive Email: hr@fremantlemedia.co.id
Only qualified candidates will be notified An RTL Group Company
FremantleMedia is one of the largest international creators and producers of entertainment brands in the world, with leading prime time drama, serial drama, entertainment and factual entertainment programming in over 40 territories, including the UK, the US, Germany, Australia, France, Italy, Spain, Portugal, Scandinavia, Latin America and Asia.

5. Saya Ratna Adyanti, Psikologi '91 (UGM), sekarang HR Manager-nya L'OREAL Manufacturing Indonesia atau legal name-nya PT. Yasulor Indonesia, berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur, dan setahun lagi akan pindah ke Jababeka Cikarang.
Saya mau nitip iklan lowongan bisa ya Pak. Kebetulan saya sedang butuh seorang Staff HRD dengan job title : Compensation, Benefit & Recruitment Coordinator. Persyaratannya simple:
* Laki-laki atau wanita sama saja
* Usia maximal 35 tahun
* Pengalaman minimal 5 tahun sebagai HR generalis atau spesialis sama saja, namun yang penting sangat menguasai bidang recruitment dan compensation & benefit.
* Yang paling disukai adalah mereka yang menguasai Position Evaluation system-nya MERCER dan pernah berpartisipasi aktif dalam salary survey-nya MERCER.
* * English skill is a must, baik verbal maupun tulisan.
Bagi yang berminat bisa kirim CV langsung ke alamat email saya : radyanti@id.loreal.com
Dan bagi yang ingin tahu L'OREAL lebih banyak bisa mengunjungi international website kami di www.loreal.com

6. Teman2 Sejawat,
Akan ada vacant position di HR Department PT Nissan Motor Indonesia, untuk posisi Recruitment / HRD Staff, per 17 September 2010 nanti. Tapi mesti cari ganti dari sekarang dan kalo bisa udah join tanggal 14 Sept 2010, supaya ada jeda buat hand over. Informasi saya peroleh dari Mba Dian Puty Oscarini. Jadi coba aja apply untuk yang tertarik. Alamat lengkapnya, di Jl. MT HAryono Jakarta. Atau email aja lamarannya ke dian.p@nissan.co.id. Okey…
Qualification :

1. Male / Female
2. Age max 28 th.
3. S2 Psikolog / S1 Psikologi
4. GPA 3.0
5. Fresh graduates are welcome to apply.
6. One year experience as Recruitment / HR generalist staff will be an
advantage

Best regards,
Tina Andrilina, M.Psi

Monday, August 16, 2010

ncouragement

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.Dia pun tersenyum.

Budaya Menghukum

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai.Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel.

Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna),tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Melahirkan Kehebatan

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. (*)


RHENALD KASALI

Ketua Program MM UI

Tuesday, August 10, 2010

Contoh Job Description (Manager)

Jabatan pekerjaan : MANAGER / ASST.MANAGER

Bertanggung Jawab Kepada : PRODUCTION MANAGER / PLANT MANAGER

Sasaran Tugas :
Manager bertanggung jawab untuk memfasilitasi, mengatur, mengontrol dan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia ,bahan baku setengah jadi/jadi dan mesin – mesin produksi didalam wilayah tanggung jawabnya guna memaksimalkan effisiensi, meminimalkan biaya dan menghasilkan bahan setengah jadi / jadi yang memenuhi standard kebutuhan pelanggan.

Struktur Pelaporan :
Manager bertanggung jawab kepada Production Manager/Plant Manager.

Sifat & Lingkup :
Departemen X (ProsesA) merupakan proses antara Y dengan Z di divisi W dimana hasil proses Y masih dalam bentuk setengah jadi, diproses lanjut secara X guna mencapai barang dengan keadaan tertentu sebelum kemudian dikirim ke Z. Manager harus mampu mensupervisi secara langsung supervisor dan kepala regu dibawah tanggung jawabnya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada dibawah tanggung jawabnya) dan mampu bekerja sama dan menfasilitasi secara efektif dan efisien dengan semua bagian lain yang terkait dengan bagiannya (PPIC,Dept Y, Z ,QC,Maintenance,Electric,dll. ) guna memproduksi bahan jadi pada tingkat biaya yang rendah dan memenuhi batas “ Volume & Waktu “ pengiriman bahan jadi yang telah direncanakan.

Hasil Utama & Tantangan :
  1. Diharapkan untuk dapat memobilisasi semua proses dan berikut sumber daya manusia sehingga dicapai hasil produksi yang optimal.
  2. Diharapkan memiliki ketrampilan pengetahuan atas “ Proses “ dari setiap mesin yang menjadi tanggung jawabnya tersebut.
  3. Diharapakan memiliki pengetahuan atas aplikasi produk dari pelanggan ( Customer Product.Knowledge ).
  4. Diharapkan untuk mengatur program perbaikan berkelanjutan guna mengeliminasi bahan tidak jadi ( scrap ) dan meningkatkan efisiensi.
Tanggungjawab Utama :
  1. Bertanggung jawab dalam melakukan fasilitasi supervisi langsung terhadap supervisor ,kepala regu yang dibawahinya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya),hal ini termasuk dalam memberikan bimbingan /pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku di perusahaan .
  2. Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output) , kualitas dan schedule produksi serta tingkat utilisasi mesin produkssi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
  3. Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan Customer & Schedule pengiriman hasil produksi sesuai PPIC schedule.
  4. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan kerja).
  5. Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dan membina kerja sama team yang solid.
  6. Bertanggung jawab dalam membuat laporan secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan – tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah – masalah tersebut secara singkat , padat dan kongkrit.
Wewenang :
  1. Wewenang dalam mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan kententuan/peraturan yang berlaku di perusahaan.
  2. Wewenang dalam mengatur pengoperasian mesin – mesin produksi guna mencapai hasil produksi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta pemenuhan batas waktu pengiriman hasil produksi.
  3. Wewenang dalam melakukan / mengambil keputusan yang berhubungan dengan penghentian mesin produksi untuk menjaga hasil produksi yang maksimal di Departeman X.
Kualifikasi :
  1. Pendidikan (Education) : 
  • S1 Pengalaman 2 tahun
  • D3 Pengalaman 3 tahun
  • SLTA Pengalaman 10 tahun
  • SLTP pengalaman 15 tahun
    2.  Pengalaman (Experience) :
  • Mechanial
  • Metallurgy
  • Dasar Operasi Mesin X
  • Dasar Proses Produksi
     3.  Pelatihan dan Keahlian (Training & Skill) :
  • Teknis : Dasar Operasi Mesin X, Dasar Hydraulic/Pneumatic system
  • Managerial : Proses Produksi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sumber Daya Manusia
    4.  Persyaratan khusus :
  • Tidak cacat fisik
  • Tidak buta warna
    5.  Lain-lain :
  • Disiplin
  • Bertanggung jawab
  • Konsisten/stabil

Mendisain struktur organisasi (organization design)

Sebuah organisasi, ketika berdiri tentunya memiliki maksud (intention) kenapa bentuknya seperti tersebut. Bentuk formal organisasi diharapkan merupakan bentuk terbaik yang mendukung sepenuhnya pencapaian sasaran sang pendiri atau visi organisasi tersebut. Konfigurasi formal itulah yang dinamakan sebagai struktur organisasi.

Namun, sayangnya kadang antara pembentukan struktur organisasi dengan relasi/hubungan formal didalamnya belum sepenuhnya ’berjabat erat’ dengan visi organisasi. Kadang ada yang ’mismatch’ atau tidak ’link’ dengan sasaran strategis organisasi. Bahkan dalam beberapa hal tidak sepenuhnya mencerminkan aturan dasar (basic principle) struktur organisasi yang baik. Karena itulah, pembentukan struktur organisasi yang tepat merupakan syarat utama yang penting agar visi organisasi dapat tercapai.

Salah satu cara membentuk struktur organisasi adalah dengan membuat disain organisasi (organization design). Disain organisasi sendiri merupakan pembentukan peran (roles), aktifitas pengolahan (process), dan bentuk hubungan formal (formal relationship) dalam suatu organisasi. Didalamnya, ada pengembangan struktur keseluruhan di dalam organisasi baik unit maupun sub-sub unitnya, serta definisi peran dan proses yang lebih detil dalam unit maupun sub unit tersebut. Di dalam pembentukan struktur organisasi itu sendiri, ada beberapa prinsip dasar yang harus dimiliki oleh struktur organisasi tersebut, diantaranya :
  • Struktur organisasi memberi prioritas pada pelanggan kunci (key customer priorities)
  • Struktur tersebut mampu mengurangi dan menghilangkan duplikasi organisasi
  • Struktur menyederhanakan lapisan manajemen di dalam organisasi.
  • Struktur organisasi dapat meningkatkan saluran komunikasi (channel of communication) di dalam organisasi.
  • Struktur organisasi tersebut memberikan peran, tanggungjawab yang jelas serta memiliki akuntabilitas.
Dalam kerangka konsep struktur organisasi banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi antara lain :
  • Visi dan Misi organisasi
  • Strategi Organisasi
  • Model kepemimpinan (leadership model)
  • Kebijakan maupun prosedur
  • Budaya organisasi
Faktor eksternal yang mempengaruhi disain struktur organisasi antara lain :
  • Pelanggan
  • Supplier
  • Pemerintah
  • Aturan formal, hukum dan perundangan
  • Teknologi Manajemen
  • Dan stakeholder lainnya (masyarakat, komunitas dll).
Kesemua faktor tersebut sangat mempengaruhi proses disain organisasi. Tentunya disain organisasi yang baik akan mempertimbangkan semua faktor tersebut sampai terbentuknya struktur organisasi yang efektif dan efisien.

Key Performance Indicator dan Metric, sebuah pengenalan

Hampir kebanyakan orang beranggapan ada kesamaan antara Key Performance Indicator (KPI) dan Metric. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, karena sebenarnya KPI itu adalah metric, tapi tidak semua metric itu adalah KPI. Nah, terus bagaimana menjelaskannya? Jawaban sebenarnya adalah bagaimana membedakan antara metric yang merupakan KPI dan metric yang hanya merupakan ukuran saja / indicator only.

Dari namanya, Key Performance Indicator sudah menyebutkan, performance indicator atau penunjuk kinerja. Contohnya performance suatu proses diukur atau ditunjuk melalui suatu KPI. KPI bukan hanya mengukur suatu panjang, suatu waktu proses, suatu umur alat tetapi lebih tepat ukuran dari suatu performance atau kinerja. Lebih lanjut, KPI merupakan ukuran kunci (key) terhadap bisnis atau kesuksesan, bukan hanya ukuran seadanya / sambil lalu dari suatu bisnis proses. Dengan demikian, KPI sangat erat berhubungan dengan obyektif dari proses yang akan diukur.

Sebuah organisasi layaknya memiliki banyak metric, namun hanya sedikit KPI. Contoh metric adalah : profitabilitas, pangsa pasar, penjualan, jumlah karyawan dst. Namun KPI merupakan suatu performance metric yang secara nyata dan jelas terkait dengan sasaran strategis organisasi yang mampu mendorong organisasi menerjemahkan strateginya ke dalam terminologi yang bisa dikuantifikasi. Rancangan KPI yang baik memberikan informasi yang dalam, jelas dan tajam mengenai kecenderungan suatu kinerja, sementara itu juga didukung oleh ketersediaan metric yang rinci. KPI yang tepat juga membantu apakah organisasi sudah melakukan hal yang benar dan mengetahui apa yang perlu perbaikan (improvement) atau penyesuaian.

Dengan demikian, tampaklah apa perbedaan dari metric dan KPI :
  • KPI adalah metric, tapi tidak semua metric merupakan KPI.
  • Organisasi memiliki banyak metric, tapi hanya sedikit KPI.
  • Metric dapat berupa suatu ukuran tentang suatu (besaran, jumlah, waktu), tetapi KPI adalah ukuran yang mempunya makna berarti dan kunci (matter most & key)
  • Metric dapat diubah atau tidak dapat diubah melalui suatu aksi. Tetapi KPI sebaiknya harus dapat diubah melalui suatu aksi (actionable). Jangan mengukur sesuatu sebagai KPI jika hal itu tak dapat diubah melalui serangkaian aksi spesifik.
Lalu kapan dan bilamana sebuah metric bisa menjadi KPI? maka KPI adalah metric yang :
  • Outcome-oriented — bukan hanya sekedar output (keluaran dari proses), karena outcome memiliki pengaruh (impact).
  • Target-based — memiliki paling tidak satu nilai sasaran yang sensitif terhadap waktu.
  • Rated / Graded — memiliki nilai ambang (threshold) yang membedakan antara nilai aktual dan target.

Dengan tiga kriteria diatas, dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah metric memenuhi status sebagai KPI yang membantu untuk tetap fokus pada ukuran tersebut sebagai salah satu kunci menuju kesuksesan organisasi.

Isi uraian jabatan – Bagan Posisi Organisasi

Agar mengetahui letak suatu jabatan di dalam struktur organisasi, maka job description yang baik dilengkapi dengan bagan posisi tersebut di dalam struktur organisasi. Kelengkapan ini tidak mutlak, namun sebaiknya disediakan untuk memudahkan pemangku jabatan mengetahui konfigurasi penugasannya di dalam struktur.

Supaya lebih mudah, bagan posisi jabatan tersebut di dalam organisasi tidaklah perlu dibuat komplit atau sangat lengkap, misalnya sampai 2 atau 3 layer (lapisan) struktural ke atas / bawah. Namun, yang penting adalah bagan posisi yang dibuat sudah memberikan detil yang cukup melihat hubungan si pemangku jabatan dengan atasan dan bawahan serta hubungan rekan kerja. Detil ini bersifat relatif, sekali lagi tergantung seberapa penting dan kritikal posisi tersebut perlu dilengkapi dengan bagan organisasinya.

Sebagai contoh, anda bisa membuat bagan posisi organisasi untuk jabatan Supervisor Accounting, cukup dengan satu layer ke atas (atasan) dan satu layer ke bawah (bawahan). Namun adakalanya, anda perlu membuat bagan posisi organisasi untuk General Manager Finance dengan satu layer ke atas (atasan), dan 2 sampai 3 layer kebawah (bawahan), sehingga mencukupi untuk melihat hubungan atasan, rekan kerja, bawahan.

Sekali lagi, anda bisa membuat bagan posisi organisasi di dalam job description, jika organisasi tersebut tentunya sudah memiliki Struktur Organisasi baku, yakni yang menjelaskan konfirgurasi formal di dalam organisasi yang dengan alokasi rangkaian tugas, tanggungjawab dan wewenang di dalam organisasi. Struktur ini hendaknya sudah disahkan oleh manajemen puncak Organisasi.

Adapun proses pembuatan struktur organisasi biasanya menggunakan metode dan teknik yang dinamakan Disain Organisasi (Organization Design). Penjelasan mengenai Disain Organisasi akan dibuat dalam tulisan tersendiri, mengingat luasnya bahasan Disain Organisasi itu sendiri, termasuk teori, latar belakang maupun strategi yang mendasarinya.

Melakukan Analisa Jabatan (Job Analysis)

Job Analisis dilakukan melalui proses tiga arah antara pemangku jabatan (job holder), atasan (superior) dan job analis. Terkadang bila diperlukan, dapat melibatkan orang lain,misalnya orang yang memiliki job yang sama, atau orang yang lebih senior yang berada dalam satu departemen dengan pemegang jabatan, atau bisa juga orang yang mengerti dengan jabatan tersebut.

Pemangku jabatan merupakan sumber informasi utama karena dialah yang yang lebih mengetahui pekerjaannya dibandingkan dengan orang lain. Atasan melihat jabatan tersebut dalam prespektif : mampu melihat bagian yang lebih fokus yang tidak terlihat oleh pemegang jabatan sebagaimana mestinya. Job analis adalah orang luar yang independen dan terlatih untuk melihat job dan dan membantu pemangku jabatan dan atasan memberikan draft dan menuntun perubahan-perubahan yang dilakukan semua pihak terkait sampai hasil akhir.

Prinsip dasar dalam melakukan analisa jabatan adalah :

1. Melakukan analisis, bukan membuat list atau daftar tugas pekerjaan
2. Menganalisa job-nya bukan orang yang memangku jabatan
3. Fakta bukan judgement

Rentang isi Job Description

Gugus tugas, tanggungjawab dari job description berupa rentang/kisaran jabatan dalam Min Tugas dan Max Tugas pada periode waktu tertentu. Jika tugas/tanggunjawab tersebut sudah dibawah Min Tugas, maka sebaiknya dilakukan revisi terhadap job description tersebut (job re-analysis ). Demikian juga jika tugas/tanggungjawab sudah melewati Max Tugas. Dari sini terlihat bahwa job description merupakan dokumen yang dinamis, mengikuti perkembangan, strategi kondisi maupun situasi organisasi.

Membuat uraian jabatan (job description)

Mengapa kita memerlukan uraian jabatan (job description)?. Ini tentunya kembali dari organisasi sendiri. Organisasi mempunyai alasan, mengapa harus ada, untuk apa diadakan, dan sasaran apa yang harus dicapai. Karena itu organisasi merumuskan visi, misi dan perencanaan yang kemudian membentuk struktur. Dari struktur inilah selanjutnya pekerjaan / jabatan (job) itu muncul.

Jabatan merupakan unit dasar dari struktur organisasi yang membangun organisasi. Semua jabatan harus dikombinasikan untuk mencapai tujuan, sehingga jabatan harus berhubungan dengan individu (employee) dan organisasi sebagai pemilik (employer). Dari sinilah jabatan bisa disebut sebagai kumpulan tanggungjawab / aktifitas untuk menghasilkan sesuatu .

Untuk mengetahui apa kumpulan tanggungjawab/aktifitas tersebut, maka perlu ada analisa yang disebut sebagai analisa jabatan (job analysis), sebagai suatu proses mengumpulkan, mengkategorikan dan mendokumentasikan seluruh informasi yang relevan tentang jabatan tersebut dalam periode tertentu. Hasilnya, sudah tentu dinamakan uraian pekerjaan/ uraian jabatan (job description).

Lalu, apa manfaat dari uraian jabatan ? banyak sekali diantaranya :
  • Atasan– untuk mengoptimalkan peran dan tanggungjawab bawahan
  • Pimpinan Organisasi– untuk dapat memimpin dan memberikan motivasi agar pemegang jabatan menghasilkan kinerja optimal.
  • Pemegang jabatan– sebagai panduan dan pedoman kerja serta mengetahui apa yang harus dilakukan dan diharapkan dari organisasi.
  • Perekrut– untuk mengetahui kandidat yang tepat dan paling cocok sesuai kebutuhan jabatan.
  • Trainer– untuk mengetahui kebutuhan pelatihan bagi pemegang jabatan.
  • Assessor– untuk melakukan analisa terhadap pemegang jabatan (competency assessment, in-depth interview dll).
  • Perencana Karir (Succession Planner)– untuk menempatkan individu sesuai dengan peran, tanggungjawab dan kebutuhan organisasi.
  • Perencanaan dan Pengembangan Organisasi (Organization Development & Planner) –untuk membuat perencanaan pengembangan organisasi yang membutuhkan pemahaman tentang jabatan dan jenis peran / tanggungjawab yang diperlukan.
  • Job Evaluator–untuk membobot jabatan dan membandingkan jabatan lain di dalam organisasi.
Maka jelaslah bahwa job description adalah bagian penting dari sistem pengembangan SDM. Ibarat navigator, job desc adalah peta yang menentukan arah, kemana harus berbelok, berapa kecepatan yang diperlukan dan seterusnya. Sudah tentu, sebelum membuat job desc, didahului dengan yang namanya job analysis.

Job Analysis bisa dilakukan dengan tiga kondisi :

1. Untuk jabatan yang sama sekali baru, namun sudah ada di dalam struktur organisasi.
2. Untuk jabatan yang ada (vacant) namun belum ada orangnya.
3. Untuk jabatan yang sudah ada posisi orangnya tapi belum mempunyai job description.

Setiap kondisi membutuhkan pendekatan yang berbeda. Sebagai contoh, untuk kondisi pertama, tentu tidak bisa dengan proses interview , tapi dengan cara mencari referensi atau benchmark ke organisasi lain. Sedangkan untuk kondisi ke 2 dan 3, bisa dilakukan dengan proses tiga arah, yakni dengan menggali informasi pada pemegang jabatan, atasan atau orang lain yang mengerti.

PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PENGEMBANGAN KARIER

Karier merupakan sesuatu yang amat penting dalam kehidupan pribadi maupun sosial seseorang. Dalam konsultasi karier di Kompas banyak pertanyaan berkisar pada pengembangan karier, baik dari kalangan non manajer maupun manajer.

Misalnya: Saya sekarang sudah bekerja di suatu jabatan selama 5 tahun. Kapan waktu yang tepat untuk pindah jabatan atau naik jabatan? Bagaimana meningkatkan karier dalam situasi bisnis yang tidak menentu? "Organisasi tempat saya bekerja tidak memungkinkan saya untuk naik pangkat, apakah yang harus saya lakukan dalam pengembangan karier saya?

Tulisan ini membahas mengenai perubahan yang terjadi dalam pola karier seseorang dan bagaimana strategi kita agar pengembangan karier kita dapat terjamin.
  • Pengembangan Karier Tradisional
Dalam pandangan tradisional, pengembangan karier merupakan tanggung jawab suatu organisasi yang menyiapkan karyawan dengan kualifikasi dan pengalaman tertentu, agar pada waktu dibutuhkan organisasi sudah memiliki karyawan dengan kualifikasi tertentu. Sifatnya paternalistik, dari atas kebawah dan tersentralisasi. Jadi yang dilakukan karyawan adalah bekerja sebaik mungkin, mengikuti semua pelatihan yang diberikan, menunggu kesempatan kenaikan jabatan dan biasanya menurut saja menduduki jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Pengembangan karier tradisional pada umumnya berupa kenaikan karier secara vertikal dari satu jenjang pekerjaan tertentu ke jenjang berikutnya. Jadi seseorang diharapkan mendalami suatu bidang pekerjaan tertentu kemudian menduduki jabatan manajerial. Pengembangan karier yang sifatnya vertikal dimungkinkan karena bentuk organisasi yang sifatnya hirarkis/birokratis. Pengembangan karier tradisional kurang memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi teknikal yang tinggi namun tidak memiliki kemampuan manajerial., karena tidak tersedia jalur spesialis. Namun beberapa perusahaan besar yang mempunyai sistem pelatihan dan pengembangan yang terintegrasi memberikan kesempatan kepada para karyawannya untuk pindah jalur profesi atau memberikan kesempatan kepada karyawannya menjadi generalis.
  • Tantangan Lingkungan Bisnis
Tantangan eksternal seperti globalisasi, persaingan, kemajuan teknologi, tuntutan pelanggan, mendorong suatu organisasi untuk berubah. Situasi ekonomi serta persaingan yang tajam mendorong organisasi melakukan restrukturisasi, perampingan organisasi, desentralisasi, merger, pemanfaatan IT dsb. Struktur organisasi yang bersifat hirarkis dianggap terlalu lamban untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Organisasi dalam situasi yang sangat dinamis harus mampu bergerak secara cepat dan luwes. Struktur organisasi yang lebih datar/ horisontal dianggap lebih tepat untuk keadaan sekarang karena jarak antara konsumen dengan pengambil keputusan lebih dekat.

Bahkan struktur organisasi yang bersifat network dimana suatu organisasi hanya memiliki pusat yang kecil dan fungsi fungsi organisasi dilaksanakan secara outsourcing., dianggap sebagai struktur yang cocok untuk situasi ini. Tantangan lingkungan bisnis ini membuat rasa aman karyawan menjadi hilang. Tempat seseorang dalam suatu organisasi tiba-tiba bisa hilang. Hal ini dapat menimbulkan masalah besar dalam kehidupan seseorang. Seseorang tidak dapat lagi menggantungkan hidupnya pada organisasi. Tanggung jawab pengembangan karier seseorang didorong menjadi tanggung jawab individu. Seseorang harus mencari nilai tambah bagi dirinya sendiri sehingga lebih luwes dalam mencari pekerjaan termasuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri (entrepreneurship). Job security yang hilang harus digantikan menjadi career security.
  • Paradigma Baru Pengembangan Karier
Sejalan dengan perubahan struktur organisasi maka pengembangan karier yang bersifat tradisional dianggap tidak cukup luwes untuk memunuhi kebutuhan organisasi dan karyawan pada saat ini. Tantangan dunia bisnis menuntut pola kerja yang sifatnya lintas fungsi dan tim kerja. Seseorang yang bekerja di bidang pemasaran harus memiliki pengetahuan keuangan, sumber daya manusia, produksi atau operasi. Seseorang dapat pula mengembangkan karier ke bidang spesialis dan profesional tanpa harus melalui bidang manajerial.

Pada beberapa perusahaan imbalan yang diterima oleh seorang profesional dapat melebihi imbalan dari seorang manajer. Pilihan penting lain adalah menciptakan lapangan kerja untuk anda sendiri dan orang lain. Nah orang-orang yang berani mangambil risiko, peka terhadap tantangan bisnis dapat memilih alternatif ini. Jadi arah pengembangan karier pada saat ini lebih variatif, bisa vertikal, horisontal, dapat juga horisontal dulu kemudian vertikal. Agar anda memiliki career security lebih aktiflah meningkatkan ketrampilan dan kompetensi, sehingga anda benar-benar menjadi sangat ahli atau memiliki keahlian yang bersifat multiskill.
  • Kiat-Kiat Memperoleh Career Security :
  1. Tetapkan sasaran karier anda, teknikal, manajerial, profesional, fungsional atau menjadi wirausaha.
  2. Carilah seorang mentor yang mengetahui kekuatan dan kelemahan anda.
  3. Jangan membatasi karier anda hanya dalam satu bidang saja, karena akan mengurangi fleksibilitas ruang gerak anda.
  4. Berpartisipasi dalam setiap kesempatan pelatihan dan pengembangan di organisasi anda, meskipun anda tidak yakin manfaatnya untuk saat ini.
  5. Pendidikan S2 antara lain di bidang bisnis dapat memberikan lebih banyak pilihan dalam meningkatkan karier, termasuk pilihan menjadi entrepreneur.
  6. Berkontribusilah jika anda dipilih menjadi anggota suatu proyek kerja, karena akan memperluas kompetensi lintas fungsi dan meningkatkan kerja kelompok.
  7. Tingkatkan jejaring kerja anda baik didalam maupun diluar organisasi tempat anda bekerja.
  8. Tingkatkan ketrampilan hubungan antar manusia anda seperti komunikasi, kepemimpinan, motivasi, negosiasi dsb.
  9. Perbarui ketrampilan teknikal anda termasuk pengetahuan dalam bidang IT .
  10. Jangan mudah berpuas diri, selalu mencoba cara kerja yang lebih baik.
  11. Berpegang teguh pada etika yang berjalan seiring dengan sukses karier anda.
Nah siapkah anda untuk meningkatkan karier sesuai dengan perubahan paradigma baru organisasi?

Training atau Pelatihan

Pelatihan merupakan salah satu solusi dalam proses pengembangan SDM. Para pakar menyatakan, bahwa “pelatihan itu mahal, akan tetapi lebih mahal jika tidak melakukan pelatihan”, artinya manfaat pelatihan jauh lebih berharga dari pada biaya yang dikeluarkan dan atau perusahaan akan menanggung kerugian yang diakibatkan oleh ketidak mampuan SDM yang dimilikinya.

Oleh karena itu kegiatan pelatihan harus dilakukan secara selektif agar biaya yang dikeluarkan tidak terbuang percuma / sia-sia. Perusahaan / organisasi dalam pengembangan SDM memiliki harapan, agar pegawai yang dimiliki meningkat kompetensi / kemampuannya, sehingga dapat meningkatkan kinerja sesuai dengan sasaran yang diharapkan.

Dengan demikian, maka produk / jasa yang dihasilkan oleh perusahaan / organisasi dimaksud memiliki daya saing baik secara kualitas, kuantitas, waktu maupun harga. Menilai manfaat pelatihan tidak hanya dari sisi peningkatan kemampuan / kompetensi pegawai yang dikembangkan akan tetapi juga dari sisi motivasi, karena pada dasarnya pengembangan (pelatihan) merupakan suatu penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada pegawainya. Pegawai yang diberi kesempatan akan merasa dihargai dan diakui keberadaannya, sehingga akan menimbulkan rasa puas yang akan mendorong motivasi dan loyalitas terhadap perusahaan dimana dia bekerja.

MAPPING PELATIHAN

Pelatihan harus dilaksanakan secara selektif, yaitu dengan memilih dan memilah pelatihan apa untuk siapa agar sasaran dan tujuan pelatihan dapat dicapai dan dapat memberikan manfaat yang maksimal terhadap perusahaan / organisasi.
  • PELATIHAN EFFEKTIF LEADERSHIP
TUJUAN :
Faham akan peran dan pentingnya kepemimpinan dalam organisasi, serta mampu menjadi pemimpin yang bijak, efektif dan merujuk kepada nilai-nilai spiritual

PESERTA :
Pemangku jabatan struktural yang berinteraksi langsung dengan supervisor / staff dan menjadi mediator antara pengambil keputusan dengan tenaga lapangan.

METODE :
Experiential Learning yang meliputi kegiatan game, simulasi, studi kasus dan pemamparan konsep / teori.

DURASI :
24 (duapuluh empat) jam pelatihan dengan durasi per-jam selama 50 (lima puluh) menit.
  • PELATIHAN CUSTOMER SERVICE SATISFACTION
TUJUAN :
Dapat menemu kenali para pelanggan dengan berbagai sikap / karakter dan mampu memberikan layanan melebihi harapan pelanggan

PESERTA :
Supervisor dan staff unit marketing dan unit pelayanan termasuk rantai pelayanan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan dapat memberikan kesan layanan (termasuk tenaga pengamanan / SATPAM).

METODE :
Experiential Learning yang meliputi kegiatan game, simulasi, studi kasus dan pemamparan konsep / teori.

DURASI :
24 (duapuluh empat) jam pelatihan dengan durasi per-jam selama 50 (lima puluh) menit.
  • ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING
TUJUAN :
Menggali dan meningkatkan motivasi yang bersumber dari diri sendiri (personal forces) dalam mencapai tujuan organisasi.

PESERTA :
Staff di seluruh lini (fungsi organisasi).

METODE:
Experiential Learning yang meliputi kegiatan game, simulasi, studi kasus dan pemamparan konsep / teori.

DURASI :
24 (duapuluh empat) jam pelatihan dengan durasi per-jam selama 50 (lima puluh) menit.
  • PELATIHAN PERFORMANCE MANAGEMENT
TUJUAN :
Faham akan stantard kinerja, mampu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja karyawan.

PESERTA :
Seluruh tingkatan manajer lini dan staf kinerja SDM.

METODE :
Experiential Learning yang meliputi kegiatan game, simulasi, studi kasus dan pemamparan konsep / teori.

DURASI :
32 (tigapuluh dua) jam pelatihan dengan durasi per-jam selama 50 (lima puluh) menit.
  • PELATIHAN TEKNIK NEGOSIASI
TUJUAN :
Faham akan ma’na dan peran negosiator serta mampu melakukan negosiasi dengan landasan win-win solution (memenangkan negosiasi tanpa mengalahkan lawan).

PESERTA :
Para pemangku jabatan structural yang berinteraksi dengan pelanggan dan atau vendor yang harus memainkan peran sebagai negosiator.

METODE :
Experiential Learning yang meliputi kegiatan game, simulasi, studi kasus, renungan dan pemamparan konsep / teori

DURASI :
32 (tigapuluh dua) jam pelatihan dengan durasi per-jam selama 50 (lima puluh) menit.
  • PELATIHAN KEKUATAN KECERDASAN SPIRITUAL
TUJUAN :
Membangkitkan dan meningkatkan kekuatan kecerdasan spiritual, sehingga bijak dan piawai dalam mensikapi situasi dan kondisi dengan mengedepankan kepentingan bersama dari pada kepentingan individu maupun kelompok.

PESERTA :
Para pengambil keputusan dan kebijakan yang akan berdampak kepada kepentingan bersama / organisasi.

METODE :
Experiential Learning yang meliputi kegiatan game, simulasi, studi kasus, renungan dan pemamparan konsep / teori.

DURASI :
16 (enambelas) jam pelatihan dengan durasi per-jam selama 50 (lima puluh) menit.
  • TEAM CHALLENGE – OUTBOUND (Kompliment)
TUJUAN :
Meningkatkan kerjasama team dengan memberikan treatmen psikologis yang difokuskan untuk meningkatkan fungsi psikologis, seperti ; emosi, perilaku dan keterampilan efektifitas hidup.

PESERTA :
Seluruh karyawan

METODE :
Experiential Learning yang meliputi kegiatan game, simulasi, dengan menempatkan peserta pada aktivitas yang menantang perilaku tidak efektif dan merubahnya menjadi perilaku yang efektif.

DURASI :
4 (empat) jam pelatihan dengan durasi per-jam selama 50 (lima puluh) menit.

Pengembangan SDM bukanlah hal yang mudah dan instan seperti membalikan tangan, akan tetapi hal yang rumit, unik, memakan biaya cukup besar dan hasilnya tidak langsung dapat dirasakan oleh perusahaan / organisasi yang bertalian. Pandangan yang menyatakan pentingnya peran SDM memiliki pemahaman, bahwa teknologi dapat dibeli, sistem dapat dibuat akan tetapi manusia tidak dapat dibeli dan tidak dapat dibuat.

Dalam era persaingan, perusahaan yang akan keluar jadi pemenang / memimpin pasar adalah perusahaan / organisasi yang memiliki manusia yang unggul, karena yang akan menjadi nilai saing adalah kualitas SDM yang dimiliki oleh perusahaan masing-masing. Pelatihan merupakan lingkup aktivitas pengembangan yang memiliki focus saat ini, waktu sekarang, sumber dana investasi jangka pendek dan resiko rendah.




Assessment Center

Assessment Center merupakan metode yang berbasis kompetensi yang didesain dengan mengikuti standar internasional. Mengacu pada defenisi konseptual yang diakui secara universal, maka metode Assessment Center (AC) juga diartikan sebagai proses sistematis untuk menilai ketrampilan, pengetahuan dan kemampuan individu yang dianggap kritikal bagi keberhasilan kinerja yang unggul. Assessment Center, sebagai metodologi, merupakan evaluasi terstandar mengenai perilaku individu dengan menggunakan beragam simulasi dan instrumen tes perilaku. Melalui beragam materi tes, instrumen evaluasi kepribadian dan wawancara, para asesor yang terlatih melakukan obsevasi terhadap perilaku para peserta asesmen; dan kemudian memberikan penilaian akhir asesmen serta umpan balik pengembangan. Hasil nilai asesmen dan umpan balik diharapkan akan memberikan sumbangan berharga bagi peningkatan mutu pegawai.


Karakteristik Assessment Center
Untuk memudahkan pemahaman proses dalam Assessment Center , dapat dilihat dari karakteristik Assessment Center berikut:
  1. Assessment Center dirancang berkaitan dengan kompetensi/dimensi suatu jabatan tertentu
  2. Menggunakan berbagai simulasi yang mencerminkan tingkah laku yang menjadi prasyarat jabatan yang akan diduduki. Observasi perilaku/ kompetensi asesi (peserta asesmen) didasarkan beberapa simulasi (minimal dua) yang didesain untuk mengukur dimensi/kompetensi yang sama dengan tujuan untuk mengeleminasi kesalahan pengukuran.
  3. Satu kegiatan asesmen diikuti oleh 5-6 orang asesi yang harus mengikuti semua simulasi atau exercise yang sama dalam 2 ? 3 hari kegiatan asesmen. Setiap asesi akan diobsevasi/ dievaluasi oleh sekurang-kurangnya 2 orang Asesor.
  4. Setiap Asesor harus menerima pelatihan yang baik dan mampu melakukan garis-garis pedoman kinerja penilai sebelum berpartisipasi dalam sebuah Assessment Center.
  5. Beberapa prosedur sistematis harus digunakan oleh Asesor untuk mencatat secara akurat pengamatan terhadap perilaku spesifik (evidence) pada saat kejadian.
  6. Asesor harus mempersiapkan beberapa laporan atau catatan hasil pengamatan yang dibuat pada setiap simulasi/latihan untuk dipakai sebagai bahan diskusi bersama para penilai.
  7. Hasil akhir asessment ditentukan melalui data integrasi seluruh bukti perilaku yang menghasilkan konsesus diantara Asesor.
  8. Penggabungan hasil pengamatan/ observasi perilaku harus didasarkan pada pengumpulan informasi yang didapat dari teknik penilaian selama simulasi/ exercise berlangsung, bukan dari informasi yang tidak relevan dengan proses penilaian.
  9. Asesi di evaluasi berdasarkan kriteria/ standar yang telah ditentukan dengan jelas, bukan dibandingkan satu sama lain.
Manfaat Assessment Center
Assessment Center yang merupakan suatu metodelogi untuk menilai atau mengevaluasi perilaku pegawai dalam pekerjaan sehingga hasil dari proses Assessment Center dapat digunakan dalam stategi pengembangan SDM suatu organisasi. Manfaat yang dapat digunakan dari hasil Assessment Center antara lain :
  1. Memperoleh kriteria yang jelas untuk suatu jabatan tertentu.
  2. Mengidentifikasi kader-kader pemimpin melalui suatu metode yang memiliki akurasi dan obyektifitas yang dapat diandalkan.
  3. Menghasilkan strategi dan tindakan pengembangan yang spesifik dan terencanan bagi pegawai.
  4. Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan managerial pegawai.
Manfaat yang diperoleh dari Assessment Center tersebut dapat dipergunakan oleh pimpinan organisasi sebagai salah satu sarana/alat pengambilan keputusan yang berkaitan dengan SDM seperti rekruitmen, promosi, mutasi dan pengembangan karir pegawai.

Jenis Exercise dan Simulasi yang digunakan di Assessment Center. Secara spesifik terdapat sembilan jenis simulasi dan instrumen yang akan digunakan di Assessment Center, yaitu:

1. In-Basket Exercise
Instrumen ini merupakan simulasi dari situasi nyata yang dihadapi pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari. Bentuk dari simulasi ini adalah kumpulan memo atau dokumen kerja yang harus direspon oleh para peserta asesmen.

2. Group Discussion
Kegiatan ini merupakan diskusi dimana masing-masing peserta diminta untuk membahas suatu masalah guna mencapai konsesus bersama.

3. Case Analysis
Dalam kegiatan tes ini para peserta diberi suatu materi permasalahan. Para peserta asesmen diminta untuk menganalisa permasalah tersebut dan juga diminta untuk membuat solusi pemecahannya.

4. Presentation
Dalam kegiatan ini para peserta diminta untuk menyampaikan presentasi. Bahan yang digunakan untuk presentasi ini adalah laporan yang telah ditulis peserta dalam kegiatan Case Analysis.

5. Test of Creative Thingking
Dalam kegiatan ini, para peserta asesmen diberi satu set pertanyaan yang mencakup berbagai situasi. Para peserta diminta untuk memberikan respon kreatif untuk menangani situasi tersebut.

6. Behavioral Event Interview
Dalam kegiatan Behavioral Event Interview, para asesor akan mengajukan pertanyaan yang berbasis perilaku kepada asesi. Pertanyaan akan berfokus pada kejadian kritikal di masa lalu yang menyangkut pekerjaan dan pernah dialami oleh asesi.

7. 360 Degree Interview
Dalam kegiatan ini asesor akan melakukan wawancara dengan atasan, rekan kerja dan bawahan para asesi. Pertanyaan akan difokuskan pada kinerja dan integritas asesi.

8. Role Play
Role play merupakan simulasi dimana para asesi akan dihadapkan pada situasi tertentu; misalnya berhadapan dengan bawahan yang bermasalah atau dengan klien yang tidak kooperatif.

9. Psychology Test
Melalui instrumen ini, para asesi diminta untuk mengisi kuisioner berupa tes psikologi, yang mengukur, antara lain

· Tes Kraepelin
Secara umum digunakan untuk melihat kecepatan kerja, ketelitian kerja, keajegan kerja, ketahanan kerja.

· Tes Pauli
Secara umum digunakan untuk mengukur sikap kerja dan prestasi kerja (daya tahan, keuletan, sikap terhadap tekanan, daya penyesuaiaan, ketekunan & konsistensi, kendali diri)

· Tes IST
Tes inteligensi yang terdiri dari 9 subtes didasarkan pada anggpan bahwa strutktur inteligensi tertentu cocok dengan pekerjaan atau profesi tertentu.

· Graphis Test
Tes Gambar Pohon (Baum Test, The Tree Test), Tes gambar figur orang (draw a person), Tes gambar rumah, pohon, orang (house-tree-person).

· Tes Warteg
Alat tes ini digunakan untuk pemerikasaan kepribadian yang berkaitan dengan tujuan seleksi atau tujuan diagnosa suatu penyakit, pelengkap, sebagai kontrol alat lain (DAM, BAUM, dan HTP).

· Graphology
Melihat kepribadian seseorang melaui penilaian coretan atau tulisan tangan orang tersebut

· Tes Edward Personal Preference Schedule (EPPS)
EPPS adalah alat tes inventori, sebagai alat tes yang mengukur kepribadian orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya (16 faktor)

· Tes MBTI Myers Brigss type Indicator (Certified)
Menggali tipe kepribadian seseorang berdasarkan penilaiaan dan orientasi terhadap lingkungan.

· PAPI Kostick (Perception and Preference Inventory)
Alat ini menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing-masing mewakili need atau role tertentu, tinggi rendahnya need atau role tertentu mempunyai arti yang spsesifik, konfigurasi yang diperoleh adalah gambaran dari pilihan testee yang bermuatan need atau role dan disbandingkan dengan need atau role lain dalam keseluruhan system kepribadian berdasarkan persepsi testee atas dirinya sendiri.

Sunday, August 8, 2010

Manajemen Sumber Daya Manusia

A.Umum
Pada umumnya, negara diklasifikasikan menjadi negara maju, berkembang dan negara miskin. Perbedaan tersebut dikarenakan oleh perbedaan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi serta tingkat ekonomi. Negara yang maju, untuk tingkat ilmu pengetahuan dan teknologinya sudah sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam teknologi tingkat tinggi yang sudah digunakan diberbagai bidang dan juga banyaknya penemuan-penemuan ilmiah yang ada. Dibidang ekonomi, pada negara maju tingkat ekonominya sudah mapan. Pendapatan perkapitanya sudah tinggi, sehingga kesejahteraan masyarakatnya sudah baik. Contoh negara-negara maju antara lain, Jepang, Amerikaa, Jerman, Perancis dan sebagainya. Sedangkan, untuk negara yang sedang berkembang, tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonominya masih perlu ditingkatkan. Dibidang teknologi, negara berkembang banyak memanfaatkan teknologi yang ditemukan oleh negara-negara maju. Jadi lebih banyak hanya sebagai pengguna teknologi. Penemuan-penemuan dibidang teknologi belum banyak. Tingkat ekonominya juga masih dalam taraf perkembangan, misalnya pendapatan perkapita yang masih rendah dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang belum tinggi. Contoh negara berkembang adalah Indonesia, Malaysia, India dan sebagainya. Yang dimaksud negara miskin adalah negara yang tingkat ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonominya masih tergolong rendah. Negara-negara ini masih banyak memerlukan bantuan dan tergantung pada negara maju dan berkembang. 

Di negara-negara yang sedang berkembang, pada umumnya mempunyai keunggulan-keunggulan yang bersifat komparatif, misalnya kekayaan alam, letak geografis dan tenaga kerja yang banyak. Kekayaan alam yang melimpah pada negara berkembang antara lain dari hasil bumi ( minyak, batubara, emas), Hasil hutan (Kayu) dan hasil lautan (ikan, rumput laut, hasil keramba) dan sebagainya. Letak geografis negara berkembang biasanya cukup strategis untuk jalur perdagangan maupun pelayaran. Misalnya Indonesia yang mempunyai letak yang sangat strategis yaitu diantara dua benua besar yaitu benua asia dan Australia dan diantara dua samudera yaitu samudera Pasifik dan samudera Hindia. 

Jumlah penduduk yang banyak juga menjadi aset yang baik bagi negara berkembang kalau kualitas penduduk tersebut baik. Namun, kekayaaan alam yang berlimpah, letak geografis yang strategis dan banyaknya tenaga kerja tetapi murah dan tidak terrampil, belum dapat memberikan nilai tambah bagi usaha dalam meningkatkan kemajuan suatu negara. Pada masa sekarang ini, orang sudah mulai memikirkan bagaimana caranya agar keunggulan komparatif yang sudah dimiliki dapat dipadukan dengan keunggulan-keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif anatara lain adanya sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang unggul untuk bersaing diberbagai bidang dalam memasuki globalisasi. 

Pada abad 21 ini, persaingan dalam berbagai bidang sangatlah ketat. Negara harus sudah mulai memikirkan bagaimana agar dapat bersaing dengan negara-negara lain didunia, terutama dengan mengedepankan keunggulan kompetitifnya. Berdasarkan hasil riset dari United Nation and Development Program (UNDP) tahun 2005, Indonesia berada di peringkat 110 dari 175 negara dalam hal kualitas Sumber Daya Manusianya, dibawah malaysia (56) dan vietnam (108) Untuk itulah perlu adanya penanganan/pengelolaan yang serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada sekarang ini, karena tidak mudah untuk mengubah paradigma atau kebiasaan-kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat yang sebetulnya sangat merugikan bagi perkembangan kualitas sumber daya manusia. Apabila sumber daya manusia yang ada dapat dtangani dengan baik niscaya akan dapat memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan persaingan negara dengan negara lain didunia. 

B. Pengertian Managemen Sumber Daya Manusia
Sebelum membahas tentang pengertian manajemen sumber daya manusia, terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian tentang manajemen dan pengertian sumber daya manusia. Hal ini dimaksudkan agar lebih dapat memberikan gambaran yang menyeluruh dan jelas tentang pengertian manajemen sumber daya manusia. 

1. Pengertian managemen
Pengertian managemen telah banyak dirumuskan oleh beberapa ahli. Pendapat dari satu ahli dengan yang lain mungkin dapat berbeda-beda, tergantung dari sudut pandang yang ditekankan, tetapi mempunyai tujuan yang hampir sama. Dibawah ini dikemukakan pengertian managemen dari beberapa pendapat sebagai berikut : 

a). Menurut GR Terry
Manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain.

b). Menurut The Liang Gie
Manajemen adalah segenap proses kegiatan untuk menggerakkan sekelompok orang dan mengerahkan segenap fasilitas dalam suatu usaha kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.

c) Menurut T. Hani Handoko
Manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling).

d). Menurut SP.Siagian:
Managemen adalah kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dengan menggunakan kegiatan orang lain. 

Dari beberapa pengertian managemen di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian manajemen adalah kemampuan untuk menggerakkan orang atau fasilitas dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen dalam usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Pengertian di atas dapat memberikan gambaran, bahwa ada beberapa unsur yang ada dalam pengertian manajemen, yaitu:
1. Adanya kemampuan untuk menggerakkan orang-orang dan semua fasilitas yang ada dalam organisasi.
2. Kegiatan yang dilaksanakan berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
3. Adanya kerjasama
4. Adanya orang yang beraktivitas dalam organisasi tersebut.
5. Adanya tujuan yang perlu dicapai.

a. Pengertian Sumber Daya Manusia
“ Sumber Daya “ cenderung diartikan dengan substansi tertentu yang mempunyai peranan besar yaitu hanya untuk sumber daya alam. Misalnya : bahan bakar minyak, batubara, tanah, pohon, air dan lain – lain yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan. Dalam perkembangan selanjutnya para ahli mulai melihat pada kekuatan lain yang juga perlu dikaji dan merupakan sesuatu yang penting yaitu kekuatan dari manusia. Dari hal tersebut di atas, maka para ahli cenderung membedakan antara sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sumber daya alam sudah sangatlah jelas, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan bahan baku dan yang dapat dihasilkan dari alam. Sedangkan sumber daya manusia adalah sesuatu yang berhubungan dengan kualitas/potensi yang dimilki oleh manusia. Heidjrachman Ranupandojo mengemukakan bahwa sumberdaya manusia mengandung konotasi yaitu apa yang dimiliki manusia seperti akal budi, perasaan kasih sayang, keinginan untuk bebas, perasaan sosial, bakat berkomunikasi dengan pihak lain dan sebagainya. 

Definisi lain sumber daya manusia adalah potensi yang ada pada diri manusia yang dapat dibedakan ke dalam 2 aspek yaitu aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Aspek kuantitatif menyangkut jumlah sumber daya manusia (penduduk), sedangkan aspek kualitas sumberdaya manusia menyangkut kemampuan fisik maupun non fisik. Kualitas fisik berhubungan dengan gizi dan kesehatan jasmani. Kualitas non fisik dapat dimaksudkan adalah semua kemampuan, keterampilan, kecakapan dan penguasaan berbagai ilmu pengetahuan dan tehnologi.

b. Manajemen Sumber Daya Manusia
Istilah manajemen sumber daya manusia menurut satu ahli dengan ahli yang lain sangatlah bervariasi. Ada ahli yang mendefinisikan dengan berfokus pada kegiatan dari tenaga kerja yang ada. Seperti yang dikemukakan oleh Henry Simamora manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja. Sedangkan Barry cushway lebih menekankan pada adanya kepentingan strategis dan proses dari aktivitas sumber daya manusia yang terus menerus untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Definisi selengkapnya manajemen sumber daya manusia adalah rangkaian strategi, proses dan aktivitas yang didesain untuk menunjang tujuan perusahaan dengan cara mengintegrasikan kebutuhan perusahaan dan individu. Dari pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah kegiatan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan semua unsur yang menjadi kekuatan atau daya manusia untuk dipergunakan memenuhi kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan.

c. Sejarah Perkembangan Manajemen Sumber Daya Manusia
Sejarah Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan managemen pada umumnya. Sebelum permulaan abad kedua puluh manusia dipandang sebagai barang, benda mati yang dapat diperlakukan sekehendak hali oleh majikan.Manusia tidak dihargai karena dianggap sebagai salah satu faktor produksi yang disamakan dengan mesin, uang, metode dan sebagainya. Majikan lebih mementingkan atau memberikan perhatian pada sumber daya alam dari pada sumber daya manusia.Hal ini dikarenakan pada masa tersebut manusia masih banyak yang belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang mamadai, sehingga perhargaan pada manusia masih rendah dipicu pula jumlah tenaga kerja yang berlebihan, padahal lapangan kerja sangat sedikit.

Dalam perkembangan selanjutnya perhatian terhadap faktor msnusia sebagai sumber daya manusia jauh lebih besar. Hal ini disebabkan oleh perkembangan pengetahuan manajemen, organisasi serikat kerja yang lebih aktif dan adanya kekurangan tenaga kerja. Adanya faktor di atas, pada sekitar tahun 1950-an para ahli mengkaji kembali pentingnya peranan sumber daya manusia dalam kegiatan organisasi. Di Indonesia masalah sumber daya manusia baru mulai diperhatikan lebih serius pada tahun 1970-an. Hal ini dibuktikan dengan munculnya Undang-undang tentang tenaga kerja, peraturan upah minum dan kesejahteraan pegawai 

Dalam arah pembangunan jangka panjang kedua disebutkan bahwa melalui upaya pembangunan, potensi sumber daya nasional diarahkan menjadi kekuatan ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan keamanan yang nyata, didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas yang memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemampuan menejemen. Sumber daya manusia yang ada pada pemuda sebagai penggerak pembangunan nasional dipadukan aspirasi, peranan dan kepentingannya ke dalam gerak pembangunan bangsa melalui peran serta aktif dalam seluruh kegiatan pembangunan.

Titik berat pembangunan jangka panjang kedua diletakan pada bidang ekonomi yang merupakan penggerak utama pembangunan, seiring dengan kualitas sumber daya manusia dan didorong secara saling memerlukan, saling terkait dan terpadu dengan pembangunan bidang-bidang lainnya yang dilaksanakan seirama, selaras, dan serasi dengan keberhasilan pembangunan bidang ekonomi dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan nasional. Sampai saat ini peningkatan kualitas sumberr daya masih terus dilakukan, karena meskipun suatu negara tidak mempunyai keunggulan komparatif yang baik, namun mempunyai keunggulan kompetitif, maka negara tersebut bisa lebih bersaing dengan negara lain, contohnya Jepang. Sumber daya alam yang dipunyai sangatlah minim, akan tetapi sumber daya manusia yang dimilki sangatlah berkualitas, hal ini dapat menempatkan Jepang sebagai negara maju di dunia. Untukk itulah negara Indonesia yang sudah mempunyai keunggulan komparatif, harus selalu digalakkkan tentang peningkatan kualitas sumber daya manusianya agar tidak ketinggalan negara-negara lain.

D.Beberapa Pendekatan Masalah Sumber Daya Manusia
Dalam setiap kegiatan atau aktifitas organisasi dari waktu kewaktu selalu timbul masalah–masalah. Untuk mengatasi masalah–masalah yang timbul ada beberapa pendekatan sesuai dengan periodenya. Maksudnya pendekatan yang lebih akhir menujukkan lebih baru ditinjau dari segi waktunya. Namun sampai sekarangpun masih ada pimpinan perusahan yang menggunakan pendekatan cara lama dalam mengatasi permasalahan. Susilo Martoyo mengemukakan tiga pendekatan :
1. Pendekatan Mekanis
2. Pendekatan Parternalisme
3. Pendekatan Sistem Sosial 

1. Pendekatan Mekanis ( Pendekatan Klasik )
Perkembangan di bidang Industri dengan penggunaan mesin–mesin dan alat–alat elektronika membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi kerja. Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi lain, sehingga pimpinan perusahaan cenderung menekan pekerja dengan upah yang minim sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan ini menunjukkan bahwa tenaga kerja di kelompokkan sebagai modal yang merupakan faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah namun bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di negara – negara barat sampai dengan tahun 1920 – an. 

2. Pendekatan Parternalisme ( Pendidikan Parternalistik )
Dengan adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin maju dari para pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungan managemen, maka pimpinan perusahaan mengimbangkan dengan kebaikan untuk para pekerja. Parternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap managemen sebagai pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan oleh pimpinan perusahaan supaya para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak lain. Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun 1930 – an. 

3. Pendekatan Sistem Sosial ( Pendekatan Human Relation )
Managemen Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses kegiatan manajemen yang kompleks. Dengan kekompleksan kegiatan managemen Sumber Daya Manusia, maka pimpinan perusahaan mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendedikatan sistem sosial yang merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah selalu memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan, maka diusahakan dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling kecil, baik bagi pihak tenaga kerja maupun pemberi kerja.

E. Fungsi Operasional Manajemen Sumber Daya Manusia
Istilah Sumber Daya Manusia berkaitan dengan kondisi manusia, baik yang berada di dalam organisasi maupun di luar organisasi. Sumber daya manusia dalam arti sempit dalam organisasi lebih sering disebut dengan personalia. Jadi dalam buku ini Manajemen sumber daya manusia dapat disamakan dengan Manajemen Personalia dalam arti sempit. Fungsi operasional Manajemen sumber daya manusia adalah :

1. Perencanaan tenaga kerja
Perencanaan tenaga kerja merupakan operasi dari manajemen sumber daya manusia. Dengan perencanaan tenaga kerja dimaksudkan ada upaya untuk merencanakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat untuk memenuhi kebutuhan guna mencapai tujuan organisasi ini. Fungsi ini mulai Analisis pekerjaan, rekruetmen, penempatan samapai pada orientasi pekerjaan. Kegiatan rekruetmen atau penarikan sumber daya manusia bertujuan agar organisasi dapat memperoleh sumber daya manusiaa sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Aplikasi kegiatan ini adalah dengan adanya seleksi yang dilakukan untuk dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oelah tenaga kerja. Apabila sudah memenuhi syarat, maka tenaga kerja tersebut dapat ditempatkan sesuai dengan keahliannya masing-masing.

2. Pengembangan Tenaga Kerja
Pengembangan tenaga kerja merupakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan–peningkatan kualitas tenaga kerja sehingga dapat mengurangi ketergantungan organisasi untuk menarik karyawan baru. Adapun tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia di arahkan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang pontensial tersebut menjadi tenaga kerja yang produktif, serta mampu dan terampil sehingga menjadi efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi. Pengembangan tenaga kerja dapat dilakukan dengan mengadakan diklat, promosi dan mutasi. Pelaksanaan pendidikan dan latihan yang rutin, menjadikan tenaga kerja dapat selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Promosi dapat digunakan untuk pengembangan tenaga kerja, karena promosi merupakan perpindahan karyawan ke jenjang yang lebih tinggi. Mutasi adalah perpindahan karyawan dari satu unit ke unit yang lain tanpa merubah jenjang yang ada. Adanya mutasi ini diharapkan karyawan mempunyai multi skill. Adanya pengembangan tenaga kerja, baik melalui pendidikan dan latihan, promosi maupun mutasi akan dapat memotivasi karyawan untuk mempunyai kinerja yang baik sehingga dalam penilaian prestasi kerja dapat maksimal.

3. Penilaian Prestasi Kerja
Penilain prestasi kerja merupakan salah satu aspek yang penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dengan adanya penilaian prestasi kerja, maka dapat diketahui karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik maupun yang kurang. Karyawan yang prestasi kerjanya kurang dapat segera ditangani dengan baik. Sedangkan karyawan yang mempunyai prestasi kerja baik, dapat dikembangkan potensinya.

4. Pemberian Kompensasi
Fungsi pemberian kompensasi meliputi kegiatan pemberian balas jasa kepada para karyawan. Kompensasi ini dapat berrupa finansial maupun non finansial. Kegiatan disini meliputi penentuan sistem kompensasi yang mampu mendorong prestasi karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan diterima oleh masing–masing pekerja secara adil. 

5. Pemeliharaan Tenaga Kerja
Di dalam pemeliharaan tenaga kerja ada pelaksanan aspek ekonomis dan non ekonomis yang diharapkan dapat memberikan ketenangan kerja dan konsentrasi penuh bagi pekerja guna menghasilkan prestasi kerja yang di harapkan oleh organisasi. Aspek ekonomis berhubungan dengan pemberian kompensasi yang berupa gaji dan bonus yang sebanding dengan hasil kerjanya. Aspek non ekonomis berupa adanya jaminan kesehatan, kesejahteraan dan keamanan serta kenyamanan dalam bekerja. Adanya kegiatan pemeliharaan tenaga kerja yang memadai akan memperkecil adanya konflik antara tenaga kerja dengan pemberi kerja. Dalam pemeliharaan sumber daya manusia ada beberapa yang perlu dikaji antara lain tentang kepuasan kerja karyawan, pengelolaan konflik, motivasi karyawan, stress dan komunikasi yang terjadi dalam organisasi.