Saturday, September 25, 2010

Lowongan PT POS


PENERIMAAN CALON KARYAWAN PT POS INDONESIA (PERSERO) 2010


PENERIMAAN CALON KARYAWAN PT POS INDONESIA (PERSERO) 2010

1. Persyaratan
a. memiliki ijazah minimal sarjana setingkat strata-1 (S-1) dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang terakreditasi dengan jurusan manajemen/bisnis (manajemen, akuntansi, manajemen bisnis, micro finance, bisnis logistik dan transportasi), manajemen informatika, teknik (informatika, sipil, arsitektur, industri), hukum dan psikologi.
b. indeks prestasi kumulatif minimal 2,75
c. belum berkeluarga kecuali pelamar dari karyawan PT Pos Indonesia (persero)
d. diutamakan telah memiliki pengalaman atau telah bekerja pada suatu unit kerja institusi/perusahaan/lembaga/kantor. pelamar dari karyawan PT Pos Indonesia mempunyai masa kerja minimal 4 tahun.
e. usia maksimal 28 tahun pada saat memasukkan lamaran. pelamar dari karyawan PT Pos indonesia usia maksimal 35 tahun.
f. membuat surat pernyataan bermaterai sebagai berikut:
- bersedia untuk tidak melakukan pernikahan selama masa program orientasi kerja
- dalam keadaan tidak hamil selama masa program orientasi kerja
- bersedia ditempatkan diseluruh wilayah indonesia
- bersedia menjalani ikatan dinas
g. Tidak sedang dalam proses pengusutan suatu pelanggaran dengan pihak berwajib karena tindakan kriminal dan tidak terlibat perkara narkoba atau psikotropika lainnya yang dilarang penggunaannya, yang dinyatakan dengan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dari kepolisian
h. melampirkan sertifikat toefl tahun 2009-2010 jika ada
i. lulus seleksi yang dilaksanakan meliputi seleksi/test:
- administrasi
- test potensi akademik (TPA)
- psikotest
- kesehatan dan wawancara

2. Cara Melamar
pelamar mengirimkan berkas lamaran melalui kantor pos terdekat menggunakan layanan pos express atau surat kilat khusus dialamatkan kepada:
Direktur Sumber Daya Manusia PT Pos Indonesia (Persero)
c.q Kepala divisi pengembangan sumber daya manusia
Jl. cilaki no.73 Bandung 40115
Paling lambat tanggal 11 oktober 2010 (cap pos)

berkas lamaran yang masuk menjadi hak milik PT Pos Indonesia (Persero)

Thursday, September 2, 2010

Lowongan Recruitment Specialist


ALTUS LOGISTICS SERVICES INDONESIA, PT
Altus Group is a leading provider of innovative integrated shipping and logistics solutions in the Asia Pacific region for industrial, mining, commercial and oil & gas sector customers. The Group's activities started in 1973 to service the export of commodities from Indonesia to North Asia. Altus's ship-owning activities have grown from originally owning and operating a fleet of log bulkers to a diversified fleet of multi-purpose vessels, bulkers, containers, and tankers that are able to service the growing trade in clean petroleum products, chemicals, edible oils, and higher value-added exports in the Asia Pacific region.
Currently we are seeking the potential candidates to be part of our team as:
Recruitment Specialist
Responsibilities:
1. Responsible for the company's recruitment and selection activities to ensure that the best candidates are selected for each role and that the recruitment process is conducted efficiently, cost-effectively, and in accordance with the company policy.
2. The recruitment & selection activities includes: advertising job vacancies, short listing incoming applicants, interviewing the shortlisted applicants with the behavioral interviewing method, checking references.
3. Conducting orientation/ induction to the new recruit.
4. Established and manage relationship with the external recruitment agencies to ensure the company receives satisfactory standard of services.
5. Evaluate external labor market conditions and internal employee turnover trends in order to recommend changes to the company's recruitment & selection strategy.
Requirements:
• Candidate must possess at least a Bachelor's Degree, any field.
• Required skill(s): Behavioral Interviewing.
• At least 3 year(s) of working experience in the related field is required for this position.
• Preferably Senior Staffs specializing in Human Resources or equivalent.
• Full-Time positions available.
• Fresh graduate also in courage to apply
• Female, single, max 27 years old

If you feel that your attributes met our requirements, please send your comprehensive CV to:

id.hr@altuslogistics.com

Tuesday, August 31, 2010

1. Afe Consultant, Konsultan rekrutmen yang berdiri di Yogyakarta pada tahun 2001, membuka kesempatan pada rekan-rekan untuk menjadi Associate. Kesempatan ini tidak hanya terbuka bagi Psikolog, namun Sarjana Psikologi maupun Mahasiswa Psikologi pun dapat bergabung sebagai Tester. Bagi rekan-rekan yang khususnya berdomisili di seputar Yogyakarta (Klaten, Magelang) maupun Jawa Tengah dan berminat untuk bergabung, silahkan mengirimkan CV-nya ke : febrien_kurnia@yahoo.com

2. PT Astra International Tbk sdng membutuhkan lulusan dr psikologi,urgent utk posisi "Recruitment Analyst" dan "Training Analyst". Bagi teman2 yg tertarik utk berkembang bersama Astra, mohon dpt kirimkan CV segera ke email kenditila.cromavianti@ai.astra.co.id plng lmbt sblm lebaran.

3. Dari Mbak Annisaa Miranty 27 Agustus jam 10:58
assalamu'alaikum. pak sus, maaf baru sempat saya kirim ke FB bapak sekarang. ada lowongan di PT BUMA (Bukit MAkmur Mandiri Utama, kontraktor batubara terbesar ke-2 di Indonesia), tempat saya PKP.
Lowongan Recrutment & Assessment Center Officer PT BUMA syarat: laki-laki, usia maks. 35 tahun, lulusan magister profesi psikologi, tidak harus PIO tetapi diutamakan yang berpengalaman menangani proses rekrutmen dan asesmen. siapa tahu bapak mengetahui kandidat yg cocok atau ada alumni yg berminat. matur nuwun pak

4. PT Dunia Visitama Produksi
As a fast growing multinational production house, we are looking for with qualification as follow:
1. Research Assistant
-Female with pleasant personality
-Age between 22 - 26 years old
-Diploma degree from reputable Academy/ University
-1 year experience as Research Assistant in related industry (Production House or TV Station), but fresh graduated are welcome
-Computer literate (MS Word, Excel, Power Point, Internet/ email), English Passive
- Familiar with ARIANA software from AGB Nielsen is a good advantage
2. Qualitative Researcher
-Female/ Male with pleasant personality
-Age between 22 - 28 years old
-Bachelor degree from reputable University, majoring Anthropology, Sosciology or Psychology
-Having 2 year experience as qualitative researcher
-Computer literate (MS Word, Excel, Power Point, Internet/ email), good command in English, especially written skill. Please submit your comprehensive resume together with a recent photograph by the latest September 10th, 2010 to: Fremantlemedia Asia I PT Dunia Visitama Produksi
Attn: HR Executive Email: hr@fremantlemedia.co.id
Only qualified candidates will be notified An RTL Group Company
FremantleMedia is one of the largest international creators and producers of entertainment brands in the world, with leading prime time drama, serial drama, entertainment and factual entertainment programming in over 40 territories, including the UK, the US, Germany, Australia, France, Italy, Spain, Portugal, Scandinavia, Latin America and Asia.

5. Saya Ratna Adyanti, Psikologi '91 (UGM), sekarang HR Manager-nya L'OREAL Manufacturing Indonesia atau legal name-nya PT. Yasulor Indonesia, berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur, dan setahun lagi akan pindah ke Jababeka Cikarang.
Saya mau nitip iklan lowongan bisa ya Pak. Kebetulan saya sedang butuh seorang Staff HRD dengan job title : Compensation, Benefit & Recruitment Coordinator. Persyaratannya simple:
* Laki-laki atau wanita sama saja
* Usia maximal 35 tahun
* Pengalaman minimal 5 tahun sebagai HR generalis atau spesialis sama saja, namun yang penting sangat menguasai bidang recruitment dan compensation & benefit.
* Yang paling disukai adalah mereka yang menguasai Position Evaluation system-nya MERCER dan pernah berpartisipasi aktif dalam salary survey-nya MERCER.
* * English skill is a must, baik verbal maupun tulisan.
Bagi yang berminat bisa kirim CV langsung ke alamat email saya : radyanti@id.loreal.com
Dan bagi yang ingin tahu L'OREAL lebih banyak bisa mengunjungi international website kami di www.loreal.com

6. Teman2 Sejawat,
Akan ada vacant position di HR Department PT Nissan Motor Indonesia, untuk posisi Recruitment / HRD Staff, per 17 September 2010 nanti. Tapi mesti cari ganti dari sekarang dan kalo bisa udah join tanggal 14 Sept 2010, supaya ada jeda buat hand over. Informasi saya peroleh dari Mba Dian Puty Oscarini. Jadi coba aja apply untuk yang tertarik. Alamat lengkapnya, di Jl. MT HAryono Jakarta. Atau email aja lamarannya ke dian.p@nissan.co.id. Okey…
Qualification :

1. Male / Female
2. Age max 28 th.
3. S2 Psikolog / S1 Psikologi
4. GPA 3.0
5. Fresh graduates are welcome to apply.
6. One year experience as Recruitment / HR generalist staff will be an
advantage

Best regards,
Tina Andrilina, M.Psi

Monday, August 16, 2010

ncouragement

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.Dia pun tersenyum.

Budaya Menghukum

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai.Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel.

Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna),tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Melahirkan Kehebatan

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. (*)


RHENALD KASALI

Ketua Program MM UI

Tuesday, August 10, 2010

Contoh Job Description (Manager)

Jabatan pekerjaan : MANAGER / ASST.MANAGER

Bertanggung Jawab Kepada : PRODUCTION MANAGER / PLANT MANAGER

Sasaran Tugas :
Manager bertanggung jawab untuk memfasilitasi, mengatur, mengontrol dan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia ,bahan baku setengah jadi/jadi dan mesin – mesin produksi didalam wilayah tanggung jawabnya guna memaksimalkan effisiensi, meminimalkan biaya dan menghasilkan bahan setengah jadi / jadi yang memenuhi standard kebutuhan pelanggan.

Struktur Pelaporan :
Manager bertanggung jawab kepada Production Manager/Plant Manager.

Sifat & Lingkup :
Departemen X (ProsesA) merupakan proses antara Y dengan Z di divisi W dimana hasil proses Y masih dalam bentuk setengah jadi, diproses lanjut secara X guna mencapai barang dengan keadaan tertentu sebelum kemudian dikirim ke Z. Manager harus mampu mensupervisi secara langsung supervisor dan kepala regu dibawah tanggung jawabnya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada dibawah tanggung jawabnya) dan mampu bekerja sama dan menfasilitasi secara efektif dan efisien dengan semua bagian lain yang terkait dengan bagiannya (PPIC,Dept Y, Z ,QC,Maintenance,Electric,dll. ) guna memproduksi bahan jadi pada tingkat biaya yang rendah dan memenuhi batas “ Volume & Waktu “ pengiriman bahan jadi yang telah direncanakan.

Hasil Utama & Tantangan :
  1. Diharapkan untuk dapat memobilisasi semua proses dan berikut sumber daya manusia sehingga dicapai hasil produksi yang optimal.
  2. Diharapkan memiliki ketrampilan pengetahuan atas “ Proses “ dari setiap mesin yang menjadi tanggung jawabnya tersebut.
  3. Diharapakan memiliki pengetahuan atas aplikasi produk dari pelanggan ( Customer Product.Knowledge ).
  4. Diharapkan untuk mengatur program perbaikan berkelanjutan guna mengeliminasi bahan tidak jadi ( scrap ) dan meningkatkan efisiensi.
Tanggungjawab Utama :
  1. Bertanggung jawab dalam melakukan fasilitasi supervisi langsung terhadap supervisor ,kepala regu yang dibawahinya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya),hal ini termasuk dalam memberikan bimbingan /pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku di perusahaan .
  2. Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output) , kualitas dan schedule produksi serta tingkat utilisasi mesin produkssi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
  3. Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan Customer & Schedule pengiriman hasil produksi sesuai PPIC schedule.
  4. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan kerja).
  5. Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dan membina kerja sama team yang solid.
  6. Bertanggung jawab dalam membuat laporan secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan – tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah – masalah tersebut secara singkat , padat dan kongkrit.
Wewenang :
  1. Wewenang dalam mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan kententuan/peraturan yang berlaku di perusahaan.
  2. Wewenang dalam mengatur pengoperasian mesin – mesin produksi guna mencapai hasil produksi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta pemenuhan batas waktu pengiriman hasil produksi.
  3. Wewenang dalam melakukan / mengambil keputusan yang berhubungan dengan penghentian mesin produksi untuk menjaga hasil produksi yang maksimal di Departeman X.
Kualifikasi :
  1. Pendidikan (Education) : 
  • S1 Pengalaman 2 tahun
  • D3 Pengalaman 3 tahun
  • SLTA Pengalaman 10 tahun
  • SLTP pengalaman 15 tahun
    2.  Pengalaman (Experience) :
  • Mechanial
  • Metallurgy
  • Dasar Operasi Mesin X
  • Dasar Proses Produksi
     3.  Pelatihan dan Keahlian (Training & Skill) :
  • Teknis : Dasar Operasi Mesin X, Dasar Hydraulic/Pneumatic system
  • Managerial : Proses Produksi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sumber Daya Manusia
    4.  Persyaratan khusus :
  • Tidak cacat fisik
  • Tidak buta warna
    5.  Lain-lain :
  • Disiplin
  • Bertanggung jawab
  • Konsisten/stabil

Mendisain struktur organisasi (organization design)

Sebuah organisasi, ketika berdiri tentunya memiliki maksud (intention) kenapa bentuknya seperti tersebut. Bentuk formal organisasi diharapkan merupakan bentuk terbaik yang mendukung sepenuhnya pencapaian sasaran sang pendiri atau visi organisasi tersebut. Konfigurasi formal itulah yang dinamakan sebagai struktur organisasi.

Namun, sayangnya kadang antara pembentukan struktur organisasi dengan relasi/hubungan formal didalamnya belum sepenuhnya ’berjabat erat’ dengan visi organisasi. Kadang ada yang ’mismatch’ atau tidak ’link’ dengan sasaran strategis organisasi. Bahkan dalam beberapa hal tidak sepenuhnya mencerminkan aturan dasar (basic principle) struktur organisasi yang baik. Karena itulah, pembentukan struktur organisasi yang tepat merupakan syarat utama yang penting agar visi organisasi dapat tercapai.

Salah satu cara membentuk struktur organisasi adalah dengan membuat disain organisasi (organization design). Disain organisasi sendiri merupakan pembentukan peran (roles), aktifitas pengolahan (process), dan bentuk hubungan formal (formal relationship) dalam suatu organisasi. Didalamnya, ada pengembangan struktur keseluruhan di dalam organisasi baik unit maupun sub-sub unitnya, serta definisi peran dan proses yang lebih detil dalam unit maupun sub unit tersebut. Di dalam pembentukan struktur organisasi itu sendiri, ada beberapa prinsip dasar yang harus dimiliki oleh struktur organisasi tersebut, diantaranya :
  • Struktur organisasi memberi prioritas pada pelanggan kunci (key customer priorities)
  • Struktur tersebut mampu mengurangi dan menghilangkan duplikasi organisasi
  • Struktur menyederhanakan lapisan manajemen di dalam organisasi.
  • Struktur organisasi dapat meningkatkan saluran komunikasi (channel of communication) di dalam organisasi.
  • Struktur organisasi tersebut memberikan peran, tanggungjawab yang jelas serta memiliki akuntabilitas.
Dalam kerangka konsep struktur organisasi banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi antara lain :
  • Visi dan Misi organisasi
  • Strategi Organisasi
  • Model kepemimpinan (leadership model)
  • Kebijakan maupun prosedur
  • Budaya organisasi
Faktor eksternal yang mempengaruhi disain struktur organisasi antara lain :
  • Pelanggan
  • Supplier
  • Pemerintah
  • Aturan formal, hukum dan perundangan
  • Teknologi Manajemen
  • Dan stakeholder lainnya (masyarakat, komunitas dll).
Kesemua faktor tersebut sangat mempengaruhi proses disain organisasi. Tentunya disain organisasi yang baik akan mempertimbangkan semua faktor tersebut sampai terbentuknya struktur organisasi yang efektif dan efisien.

Key Performance Indicator dan Metric, sebuah pengenalan

Hampir kebanyakan orang beranggapan ada kesamaan antara Key Performance Indicator (KPI) dan Metric. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, karena sebenarnya KPI itu adalah metric, tapi tidak semua metric itu adalah KPI. Nah, terus bagaimana menjelaskannya? Jawaban sebenarnya adalah bagaimana membedakan antara metric yang merupakan KPI dan metric yang hanya merupakan ukuran saja / indicator only.

Dari namanya, Key Performance Indicator sudah menyebutkan, performance indicator atau penunjuk kinerja. Contohnya performance suatu proses diukur atau ditunjuk melalui suatu KPI. KPI bukan hanya mengukur suatu panjang, suatu waktu proses, suatu umur alat tetapi lebih tepat ukuran dari suatu performance atau kinerja. Lebih lanjut, KPI merupakan ukuran kunci (key) terhadap bisnis atau kesuksesan, bukan hanya ukuran seadanya / sambil lalu dari suatu bisnis proses. Dengan demikian, KPI sangat erat berhubungan dengan obyektif dari proses yang akan diukur.

Sebuah organisasi layaknya memiliki banyak metric, namun hanya sedikit KPI. Contoh metric adalah : profitabilitas, pangsa pasar, penjualan, jumlah karyawan dst. Namun KPI merupakan suatu performance metric yang secara nyata dan jelas terkait dengan sasaran strategis organisasi yang mampu mendorong organisasi menerjemahkan strateginya ke dalam terminologi yang bisa dikuantifikasi. Rancangan KPI yang baik memberikan informasi yang dalam, jelas dan tajam mengenai kecenderungan suatu kinerja, sementara itu juga didukung oleh ketersediaan metric yang rinci. KPI yang tepat juga membantu apakah organisasi sudah melakukan hal yang benar dan mengetahui apa yang perlu perbaikan (improvement) atau penyesuaian.

Dengan demikian, tampaklah apa perbedaan dari metric dan KPI :
  • KPI adalah metric, tapi tidak semua metric merupakan KPI.
  • Organisasi memiliki banyak metric, tapi hanya sedikit KPI.
  • Metric dapat berupa suatu ukuran tentang suatu (besaran, jumlah, waktu), tetapi KPI adalah ukuran yang mempunya makna berarti dan kunci (matter most & key)
  • Metric dapat diubah atau tidak dapat diubah melalui suatu aksi. Tetapi KPI sebaiknya harus dapat diubah melalui suatu aksi (actionable). Jangan mengukur sesuatu sebagai KPI jika hal itu tak dapat diubah melalui serangkaian aksi spesifik.
Lalu kapan dan bilamana sebuah metric bisa menjadi KPI? maka KPI adalah metric yang :
  • Outcome-oriented — bukan hanya sekedar output (keluaran dari proses), karena outcome memiliki pengaruh (impact).
  • Target-based — memiliki paling tidak satu nilai sasaran yang sensitif terhadap waktu.
  • Rated / Graded — memiliki nilai ambang (threshold) yang membedakan antara nilai aktual dan target.

Dengan tiga kriteria diatas, dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah metric memenuhi status sebagai KPI yang membantu untuk tetap fokus pada ukuran tersebut sebagai salah satu kunci menuju kesuksesan organisasi.